Malaysian Business Locations Directory

ONEXOX Peneraju Prabayar Kadar Jimat

Thursday, June 30, 2011

PENGANTAR
oleh : Mahmoud Ayoub

Katakanlah, "Sekiranya lautan dijadikan tinta untuk menuliskan firman-firman Tuhanku, niscaya akan habis air laut itu sebelum firman-firman Tuhan habis tertulis, dan demikian juga halnya jika Kami datangkan tambahan sebanyak itu lagi." (18:109).
Alquran adalah kata-kata transenden dari yang Maha-transenden, Sang Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu. Bersama Alquran, penciptaan dimulai ketika Allah mengikat perjanjian kita dengan bertanya, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?." Bersama Alquran, sejarah dimulai ketika Tuhan berkata kepada para malaikat, "Aku akan menciptakan seorang khalifah di muka Bumi." Dalam Alquran, sejarah meneruskan perjalanan kosmisnya dari keberagaman benda dan nama-nama, menuju yang Satu, ketika "Bumi bersinar dengan cahaya Tuhan" dan ketika suara abadi Tuhan yang Mahahidup dan Mahakuasa menantang semua makhluk, "kepada siapa semua makhluk berpulang?." Pertanyaan ini kemudian dijawab dengan, "kepada Allah yang Maha Esa dan yang Maha Penakluk!" Meskipun demikian, dengan belas kasih-Nya yang tak terhingga, Allah menghendaki Alquran sebagai firman-Nya yang abadi, yang masuk dalam sejarah kita yang fana, agar memandu dan membentuk sejarah manusia menuju kesempumaan, ketika hanya Dia yang menjadi Raja dan Tuan bagi semua.

Alquran yang selalu kita tulis dalam lembaran-lembaran (mashahif), kita hapal dalam hati, dan kita baca dengan lidah, diturunkan kepada seorang hamba dan rasul Allah tercinta, Muhammad saw., semoga rahmat Allah beserta beliau, para ahlul bait, dan sahabatnya yang hanif.
Ilmu penulisan, pemahaman, dan penafsiran Alquran selalu menjadi bahan kajian para pemikir cemerlang sepanjang sejarah umat Islam. Hasil dari upaya keras ini termuat dalam berbagai literatur tafsir. Alquran, dalam dimensi tersembunyi yang tak terbatas, hanya diketahui oleh Allah. Tetapi, bagi Nabi dan segelintir pengikutnya yang terpilih, tabir itu disingkap sehingga mereka mampu menyentuh misteri terdalam Alquran dengan hati dan pikiran mereka yang bersih, "hanya orang yang sucilab yang boleh menyentuhnya." Para kekasih Allah yang saleh (auliya Allah asshalihin), yaitu orang-orang yang memurnikan hati mereka di dalam samudra pengetahuan, telah memberikan kita kiasan-kiasan dan petunjuk yang dapat memandu kita dalam perjalanan (suluk) kita menuju Allah.

Tafsir-tafsir Syekh Fadhlullah Haeri bertujuan untuk menjadikan Alquran sesuai untuk manusia modern. Tafsir-tafsir ini bertujuan agar manusia modern dapat merenungi Alquran, memahaminya, serta menjadikannya sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perjalanan spiritual mereka. Dia ingin menampilkan Alquran dalam bahasa aslinya, Arab, dan untuk mengkaji makna lahiriah maupun makna tersembunyinya. Selain itu, karya ini menampilkan Alquran, baik dari segi historis dan eksoterisnya, maupun dari segi kedalamannya, kepada pembaca Barat. Dalam usaha tafsir ini, karya-karya standar dalam bidang tafsir juga digunakan, khususnya karya-karya yang relevan dengan konteks masa kini. Buku ini adalah buku pertama dari lima buku yang dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.

Alquran harus berbicara untuk segala kondisi. Dan ini hanya akan efektif jika dilakukan lewat perenungan yang mendalam. Lewat perenungan Syekh Fadhlullah Haeri, yang hatinya diterangi oleh Allah, maka dimensi terdalam Alquran akan dapat tergapai.

Katakanlah, "Beramallah karena Allah, rasul-rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan menjadi saksi perbuatanmu. Hanya kepada-Nya kita beriman, karena hanya dengan-Nya ada panduan yang benar, dan hanya kepada-Nya kita kembali." (Q.S. 9: 105).

TENTANG PENULIS

Syekh Fadhlullah Haeri dilahirkan dan dibesarkan di Karbala, Iraq, kemudian belajar di Eropa dan Amerika Serikat. Riwayat karirnya ditandai dengan, antara lain, mendirikan perusahaan-perusahaan di bidang industri minyak dan perdagangan internasional. Penemuannya kembali terhadap warisan Islam yang menyeluruh merupakan hasil penghayatannya terhadap makna batin dari ajaran dan amalan lahiriah Islam. Sejak 1970-an, Syekh Haeri telah memberikan kuliah Alquran secara luas dalam perjalanan-perjalanan yang dilakukannya, di Timur maupun Barat. Sekarang dia tinggal di Inggris sambil terus memberikan kuliah di berbagai tempat, dan menulis banyak buku.

UCAPAN TERIMAKASIH

Serial buku ini dimulai pada tahun 1981, sebagai bagian dari materi pengajaran di Amerika Serikat dan Eropa. Banyak pihak yang telah membantu terwujudnya serial ini. Muna H. Bilgrami telah melakukan beberapa pengeditan dan pembahan penting. Tidak lupa pula peranan berharga Aliya Haeri dalam mengkoordinasi dan mengawasi edisi pertama dan juga edisi baru ini.

Pihak-pihak yang turut menyumbangkan gagasan dalam edisi ini, antara lain adalah Batool Ispahany, Kays Abdul Karim Mohammad, Dr. Salah al-Habib, Luqman Ali, Hasan Jobanputra, Christopher Flint, dan Syed Muyhi al-Khateeb. Terima kasih juga secara khusus untuk Dr. Yaqub Zaki yang telah membaca naskah ini dan memberikan saran berharga. Tanpa dorongan, antusiasme, dan kecintaan Dr. Omar Hamzah terhadap Alquran, edisi ini tidak mungkin dapat terwujud.
PENDAHULUAN

Surah al-Baqarah mengandung banyak sekali panduan orisinil tentang bagaimana suatu komunitas dapat bertahan, bagaimana anggota-anggotanya harus berperilaku sebagai individu, sebagai keluarga, dan sebagai entitas sosial. Surah ini memuat hukum-hukum tentang jihad, yaitu perjuangan melawan kejahatan, lahir dan batin. Juga, tentang kapan, di mana, dan melawan siapa kita harus berjihad.

Surah al-Baqarah diawali dengan huruf-huruf Arab Alif Lam Mim yang sederhana tetapi penuh makna. Dari tauhid, segala sesuatu turun kepada Anda seperti gelombang buih halus, yang mana setiap buih mengandung makna keesaan. Seperti setetes air dalam lautan yang mengandung rahasia seluruh samudra.

Surah ini memuat sejarah manusia dari masa penciptaan Adam hingga masa Nabi Muhammad saw. Banyak ayat dalam surah ini yang berkaitan khusus dengan Bani Israel (Suku Israel). Ayat-ayat tersebut menggambarkan bagaimana Bani Israel diberikan risalah tauhid, yaitu tentang satu-satunya Realitas, dan bagaimana mereka kemudian menolaknya berkali-kali. Terlepas dari penolakan mereka, karena kasih sayang-Nya yang tak berhingga, Allah selalu memberikan mereka kesempatan untuk bertobat.

Meskipun surah ini secara historis berisikan tentang Bani Israel, namun ia juga menggambarkan sifat pembangkangan manusia yang berusaha menyimpang dari kehendak Allah. Pada level hakikat (kebenaran), Bani Israel melambangkan perjuangan hawa nafsu (ego) yang ingin memegang kekuasaan, suatu perjuangan yang malah membawa kesengsaraan, kesedihan, dan kekecewaan bagi mereka. Jalan menuju kebahagiaan dan rahmat batiniah ada-lah dengan cara menundukkan nafsu serta hasrat individu yang sebenarnya tidak begitu bermakna, mengingat tidak ada kekuatan selain Allah. Surah ini memberikan semacam peta untuk menunjukkan jalan mana yang harus diikuti dalam rangka meraih kepasrahan dan pengetahuan tentang Allah.

Setiap surah adalah surah yang lengkap dan tuntas, meskipun bisa saja surah-surah itu diturunkan di tempat dan saat yang berbeda. Surah al-Baqarah, kecuali beberapa ayat terakhir, diturunkan pada masa-masa awal hijrah (pindahnya Nabi dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M). Secara historis, ayat 281 dianggap sebagai ayat terakhir Alquran.

Buku tentang surah al-Baqarah ini merupakan buku pertama dari lima buku tafsir Alquran yang ditujukan buat para pelajar dan pembaca yang berminat dalam memperoleh pengetahuan qurani. Karena kekayaan makna Al-quran diungkapkan dalam bahasa Arab, maka perhatian lebih banyak kami curahkan untuk menjelaskan kata-kata beserta akar-akarnya. Tafsir ini dibuat agak khusus bagi para pelajar otodidak, dengan memberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. Tafsir-tafsir tradisional dan klasik, yang sudah tersedia dalam edisi bahasa Inggris, tidak disertakan di sini.

Dalam seri tafsir ini, akar dari kata-kata kunci Arab dibahas dan ditelaah, sehingga para pelajar dapat memetik manfaat dari bahasa asli Alquran, suatu bahasa yang tidak ada tandingannya dalam hal kemampuan mengkomunikasikan sesuatu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pada level konjugasi, kata-kata Arab memiliki banyak makna berbeda, yang terkadang bisa berlawanan. Segi bahasa Arab ini mencerminkan dimensi yang sangat penting dari kebudayaan Arab kuno. Dimensi yang memungkinkan orang Arab memiliki kepekaan terhadap kehidupan dan lingkungannya yang rapuh. Inilah yang membuat mereka dapat menerima risalah tauhid. Meskipun orang Arab mementingkan dunia, namun bahasa dan lingkungannya sangat cocok untuk menggambarkan dan mengkomunikasi-kan dunia subtil realitas ketuhanan.

Alquran mengandung banyak tingkatan makna, kegunaan, dan juga solusi-solusi. Kita telah memilih jalur etimologis lewat "taman" ini, yaitu dengan melihat sekilas bagaimana akar dan bunyi kata saling terkait untuk menunjuk kepada Sumber segala huruf: Allah. Akar utama dari banyak kata Arab berasal dari kata "tauhid' (tauhid). Oleh karena itu, tujuan utama kita adalah mengikuti jalur tauhid ketika kita menjelajahi bentuk akar kata serta berbagai derivasinya. Ada beberapa penekanan dan pengulangan butir-butir tertentu untuk menggairahkan semangat para pemula yang meniti jalan penuh berkah yang dikelilingi oleh berbagai perangkap dan bahaya ini. Pelajar yang tekun dan berkonsentrasi penuh pasti akan berhasil. Ini karena mereka menyadari bahwa duri dalam perjalanan adalah suatu rangsangan untuk menembus batas jalan yang sempit. Cobaan-cobaan ini hanya akan meningkatkan kestabilannya serta mempertajam akal dan kewaspadaannya.

Masa kita sekarang ini adalah masa yang dijangkiti penyakit pengingkaran terhadap Realitas Tunggal. Supaya dapat membangunkan hati para pencari, sang guru harus berusaha mencari obat dari tauhid dan kebenaran abadi yang terkandung dalam kitab yang melipud segala-galanya, yaitu Alquran. Kebenaran mutlak muncul dalam bentuk Alquran. Kebenaran ini terpantul lewat hati kaum mukmin yang bersih serta dipenuhi pijaran dalam setiap atom penciptaan.

Wahyu-wahyu Alquran memberikan dukungan dan bantuan bagi pencari sejati dalam perjalanannya menapaki kehidupan. Jika kita dapat mengingat surah-surah dan ayat-ayat Alquran di saat kesulitan, penuh ketidakpastian, kelemahan, atau keraguan, maka kita akan mendapatkan kekuatan duniawi maupun spiritual. Karena dengan mengingat Alquran, kita juga akan mengingat Zat yang Maha Melihat, Maha Menyaksikan, dan Mahahadir: Allah.

Dari belas kasih dan cinta Allah, Sang Pencipta Tunggallah, kita semua berasal. Dan dengan kasih sayang abadi-Nya jugalah kita dijaga dan dipelihara dalam kehidupan singkat kita yang rapuh dan tidak stabil ini. Hal ini membuat kita harus selalu berlindung kepada Sang Maha Pemelihara, Mahahidup yang sifat-sifat dan hakikat mutlak-Nya sebentar lagi akan kita ketahui.

SURAH AL-BAQARAH "SAPI BETINA"

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

1.  Alif Lam Mim.

2. Inilah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, kitab yang mengandung petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Lima ayat pertama dari surah al-Baqarah menggambarkan serta mendefinisikan kaum mukmin yang beriman kepada rahmat dan keadilan Allah. Mereka adalah kaum yang dengan hati-hati menjaga ketakwaannya, agar dapat menggapai Realitas serta batasan-batasan hukumnya. Dua ayat berikutnya berbicara tentang orang-orang yang menutup-nutupi kenyataan (kata "kafirun" berasal dari kata kafara yang memiliki arti menutupi, menyembunyikan). Sedangkan tiga belas ayat berikutnya, membahas tentang kemunafikan.

Ada berbagai penafsiran tentang Alif Lam Mim yang mengawali surah ini. Salah satu penafsiran menyatakan bahwa ketiga huruf tersebut menyimbolkan modul-modul dasar untuk memahami dan mengkomunikasikan makna penciptaan. Huruf adalah unsur pembangun bahasa yang, jika dirangkai secara kreatif, menjadi sarana untuk menyampaikan informasi kepada manusia. Contoh modul dasar yang lain adalah kode genetik yang mengandung serta menjelaskan seluruh struktur biologis setiap makhluk.

"Kitab ini," kata Allah. Hanya ada Kitab ini. Ke mana pun manusia memandang, yang terbentang adalah Kitab ini. Dalam maknanya yang terluas, Kitab ini adalah firman Allah, realitas penciptaan paripurna. Tidak ada "keraguan di dalamnya." Kitab ini mutlak dan meliputi segalanya, karena ia mencakup dunia fisik dan juga mencakup dunia gaib.

Orang yang memelihara dirinya dengan ketakwaan— karena jalan Allah mutlak dan tak dapat ditawar-tawar— akan menghindari segala sesuatu yang tidak memberikan hal positif. Pengalamannya memberitahukan dia akan hal tersebut. Dalam keadaan takwa penuh kepada Allah, seseorang menjadi sadar akan kehadiran yang Esa, Realitas yang berada di luar jangkauan ruang dan waktu.

3. Orang-orang yang beriman kepada yang gaib dan mendirikan salat, serta mengeluarkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepadanya.

Belas kasih Allah meliputi seluruh alam, baik alam fana maupun alam gaib. Makna kitab suci berakar pada alam gaib (apa yang tidak dapat dirasakan atau dicerap oleh indra manusia), sedangkan pengejawantahannya ada pada alam fana. Sebagai contoh, dalam setiap diri manusia tersimpan kitab yang tersembunyi, yaitu cetak genetik kromosom yang berkembang seiring dengan pertumbuhan tubuh. Ia meletup dari satu sel sesuai dengan tuntunan dan arahan dari pesan yang sudah terkode secara genetis itu. Setiap sel dalam tubuh memuat keseluruhan kode tubuh. Kitab biologis yang tersembunyi itu mengejawantahkan dirinya dalam bentuk fisik.

Ayat ini menggambarkan para pencari realitas, yaitu orang mukmin yang berkembang dan bangkit melalui proses pemahaman diri. Mereka beriman kepada yang gaib, yaitu sesuatu yang ada, namun tidak dapat dijangkau oleh indra manusia. Keterbatasan sensoris ini membuat manusia dapat mengetahui makna Sang Tak Berbatas. Ini karena tidak ada sesuatu pun yang dapat diketahui, jika kita tidak mengetahui kebalikannya. Kehidupan tidak bermakna jika tidak ada kematian. Setiap sifat diimbangi oleh lawannya dan juga membuka jalan untuk mengetahuinya. Nama lain bagi Alquran adalah al-Mizan, yang berarti "timbangan." Nama ini mencerminkan adanya pemahaman akan pertentangan dalam dunia. Islam adalah jalan tengah.

Orang-orang yang beriman kepada yang gaib pasti mendirikan salat, karena salat merupakan tindakan spiritual yang membawa perubahan. Salat adalah suatu tindakan yang memungkinkan orang mukmin untuk menapaki dan meiewati jalan pengetahuan menuju hukum-hukum yang mengatur dunia. Ibadah ini melambangkan ketundukan semua makhluk kepada Allah. Ia menghubungkan sang pencari dengan Kebenaran (haqq). Hubungan ini kemudian memberikan kepastian yang dapat menghilangkan segala kecemasan tentang rezeki di masa depan.

Rezeki baik berbentuk material atau non-material, seperti ilmu adalah sesuatu yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi manusia. Jika sang pencari spiritual telah dipuaskan batinnya serta hilang kecemasan lahiriahnya, maka rezeki materi maupun non-materinya akan gampang mengalir kepadanya. Dengan ketakwaan, iman, salat dan amal salih, pemahaman diri pun akan tercapai.

Pada hakikatnya, manusia terlahir tanpa dibekali kekayaan materil dan akan mati tanpa membawa apa pun. Ajaran Alquran berkisar pada aspek memberi: jika seseorang memberi, maka dia akan tercukupi. Jadi, gunakanlah potensi alam gaib dan jadilah salurannya!



4. Dan orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan percaya kepada apa yang diturunkan sebelummu, dan juga dengan pastt percaya kepada kehidupan akhirat.

Ayat ini merujuk pada orang-orang beriman yang mengikuti apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya. Mereka percaya bahwa mereka akan diberi tuntunan. Mereka percaya terhadap adanya akhirat; bahwa dunia fisik akan berakhir; dan bahwa ada alam kesadaran lain yang menanti sesudah kematian. Keyakinan adalah ilmu yang dalam, serta tidak dapat dibuktikan secara empiris. Inilah sebabnya keyakinan merupakan aspek iman yang lebih tinggi. Keyakinan bersifat fitrah, sehingga ia tidak dapat dijelaskan dengan logika dan deduksi.

5.  Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Dengan ini, kita mesti menengok kembali kepada surah pembuka, surah al-Fatihah, "Tunjukilah kami jalan yang lurus." Dengan menghindari apa yang tidak berguna, seseorang mampu mengikuti perdagangan hidup (din) yang sejati. Keberhasilan adalah hasilnya. Akan ada beberapa kegagalan. Nafsu rendahan yang dibiarkan liar, kesombongan, dan penyanjungan terhadap diri sendiri adalah hal-hal yang memungkinkan setan atau sifat dasar negatif kita mewujud dalam tindakan. Dalam bahasa kita, setan diterjemahkan menjadi setan, padahal makna dan citra yang ditimbulkan oleh kata itu pun berbeda. Kita akan menggunakan kata "setan," karena setan berasal dari akar kata kerja yang memiliki arti keluar jalur, berada jauh sekali. Energi kesetanan ini menimbulkan kecemburuan, birahi, rakus kekuasaan, serta sifat-sifat jahat lainnya. Kita hanya dapat kembali ke jalan yang lurus dengan menyingkirkan hambatan-hambatan itu.

6.  Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja, baik engkau ingatkan atau tidak, mereka tidak akan beriman.

7. Allah telah mengunci-mati hati serta pendengaran mereka dan penglihatan mereka pun tertutup. Bagi mereka siksaan yang berat.

Ayat-ayat ini menjelaskan kaum kafir. Hati mereka telah mengeras dan terkunci. Ini karena mereka menyembunyikan kebenaran dan mengingkari realitas yang melekat pada diri mereka. Pengingkaran mereka terhadap Realitas Tunggal yang Maha Pengasih dan Maha Meliputi, membuat mereka terkutuk dalam kesendirian. Kondisi ini adalah kondisi penuh siksaan, kepedihan, dan hukuman berat. Roh kita memancar dari suatu zat yang tak terbatas dan zat yang paling sublim. Keterbatasan, karenanya, me-upakan suatu "hukuman." Keterbatasan adalah akibat dari perasaan keterasingan manusia, yang muncul karena kurangnya penghambaan yang ikhlas kepada Allah.


8. Di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir," padahal sebenarnya mereka tidak beriman.

Kemunafikan tumbuh subur akibat kebodohan. Kata Arab untuk kemunafikan, "nifaq" berkaitan erat dengan kata nafaq yang berarti "terowongan" atau "jalan bawah tanah." Jika aspek diri yang lebih rendah tidak digantikan dengan aspek diri yang lebih tinggi, maka nafsu rendah akan berkeliaran dalam terowongan demi terowongan, demi menghindari diri dari penyucian. Nafsu yang lebih rendah berusaha menyelamatkan dirinya dengan cara menghindar dari segala upaya perbaikan. Kaum munafik selalu mencari pembenaran. Mereka tidak pernah mau melawan sifat-sifat buruk dan belenggu dalam dirinya. Sifat utama seorang munafik adalah selalu menghindar dari ide sentral tentang ketundukan dan keimanan kepada Allah. Untuk menghindari ini, dia mengaku beriman kepada Allah dan hari akhirat, meskipun sebenarnya tidaklah demikian. Dia berpikir bahwa dengan melakukan hal itu, dia dengan tenang dapat melarikan diri dari pertentangan nyata..

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal sebenarnya mereka hanya menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari.

Mereka berusaha—atau mengira bahwa mereka mampu—menipu Allah. Mereka tidak sadar bahwa mereka hanya menipu dirinya sendiri. Mereka tidak mampu menyadari kondisi mereka, karena ilmu mereka didasarkan pada premis keterpisahan, dan bukan premis penyatuan (tauhid). Mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya telah larut dalam satu realitas yang hukum-hukum-Nya mengatur semua aspek kehidupan, termasuk aspek penipuan diri. Karenanya, mereka berpikir telah aman bersembunyi dalam diri mereka sendiri.


10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu; dan bagi mereka siksa yang pedih, karena mereka telah berdusta.

Orang munafik adalah orang yang mengidap penyakit hati (qalb, suatu kata yang berasal dari kata “qalaba” yang berarti "kembali," "bebas," atau "berbalik"). Hati yang sehat adalah hati yang bebas dari segala hasrat, keinginan, dan kegelisahan. Hasrat hati orang munafik yang sakit berakar dari penipuan diri. Kedermawanan Allah yang luas dan selalu bertambah hanya digunakan untuk meningkatkan hasrat tersebut. Akibatnya, keadaan itu hanya memberikan kebingungan dan penderitaan terus-menerus.

Posted on Thursday, June 30, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Wednesday, June 22, 2011

Pernahkah anda menegur orang yang kelihatannya jauh lebih baik dari anda, atau lebih mengetahui dari anda? Atau anda sendiri tergolong dalam golongan orang-orang yang mengetahui dan pernah ditegur oleh orang lain yang pada perkiraan anda jauh lebih jahil dari anda?
Sebenarnya aku tidak tahu mahu diluahkan dimana kemusykilan ini. Mahu dilewatkan saja kepada orang yang berkaitan, aku kuwatir menjadi umpan kepada sebuah kebencian. Malah akhirnya tidak menambah kebaikan , justeru mengundang pergaduhan dan perkelahian.
Rasanya lebih berhikmah jika digarap saja kemusykilan ini kedalam bentuk artikel dan disumbatkan ke Bilik Kungfu. Walaupun keberangkalian untuk Ustazah itu (opsss…) masuk dan baca artikel ini sangat tipis. Jika tidak, mungkin boleh menjadi renungan bagi orang lain.
Dan tak perlu aku detailkan kisahnya bukan, apa yang penting disini adalah, aku teringin menegur sikap yang demikian. (mungkin juga satu masa nanti terjadi kepada aku, dan mungkin aku merasa tercabar atau sebagainya ditegur oleh orang yang lebih muda atau lebih rendah pengetahuannya dari aku)= tapi itu semua adalah andaian. Sebenarnya kita tidak mengetahui kemampuan sebenar orang itu dalam perkara yang dia perkatakan/kritik atau memberi teguran. Hanya sekadar andaian yang kita buat, “Tentu aku lebih mengetahui dari dia, sebab aku Ustazah..” (Opsss, tercakap lagi sudah)
Maksud teguran itu kadang-kadang bukan bermakna orang yang ditegur itu jahil dan tidak mengetahui. Jika ia jahil dan tidak mengetahui, kita tidak menegurnya, tetapi lebih tepat kalau kita katakan memberi tunjuk ajar. Jangan salah faham antara teguran dan tunjuk ajar. Teguran adalah kepada orang yang terlupa, terlalai atau khilaf. Sedang dia sememangnya mengetahui keadaan yang sepatutnya. Hanya saja dia terlalai atau terlupa. Kerana tidak ada manusia yang tidak melakukan kesilapan.
Dan ketogeri orang yang mengingatkan itu pula, bukanlah semestinya orang itu alim atau Ustazah juga.. (opsss.. lagi sudah). Cukup dengan dia mengetahui dengan jelas sesuatu yang sedang berlaku dihadapannya itu adalah salah. Dan dia sedar akan kesilapan yang berlaku itu. Maka layak dan wajip keatas yang sedar itu untuk mengingatkan dan menegur yang lalai serta tersilap itu.
Aku faham setiap perkara punya tertib. Dan dalam menegur itu juga ada tertib-tertibnya. Lebih-lebih lagi menegur kesilapan orang yang alim. Tetapi jika teguran itu berlandaskan kebenaran yang nyata. Dan yang ditegur itu melakukan kesilapan yang nyata, maka kenapa mempertikaikan sangat tertib yang agak kasar didalam menyampaikan teguran tersebut? Lantas tolak saja dan abaikan saja? Kenapa melihatnya dari sudut yang sangat angkuh dan sombong?
Apabila seseorang itu melakukan kesilapan, Allah hantar kepadanya peringatan berbentuk teguran melalui berbagai-bagai cara. Salah satunya, Allah hantar orang lain untuk menegur kesilapan tersebut. Itu penzahiran Kasih Sayang Allah kepada hamba-hambaNYA yang berbuat salah. Kerana Allah itu Maha Mengetahui hambaNYA itu berbuat kesilapan kerana sifat lemahnya manusia itu tidak bisa lari dari sifat pelupa.
LALU LAYAKKAH KITA MENOLAK KASIH SAYANG ALLAH KEPADA KITA? HANYA SEMATA-MATA KITA MERASAKAN KITA AHLI DALAM HAL TERSEBUT?
“yaa Allah, jauhkanlah aku dari sifat sombong dan angkuh dengan keahlianku, dan jauhkanlah juga sifat degil dan keras kepala dengan kebodohanku. amin.”

Posted on Wednesday, June 22, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Saturday, May 7, 2011

Selamat Menyambut harijadi yang ke 18 buat anak Papa.
I love you, yes I do. A lot, more then you can imagine.
Jaga diri. Sesungguhnya kejayaan manusia hanya dalam Agama Allah. :)
Warkah buat anakku.
Wahai anakku, aku ayahmu ingin berpesan. Janganlah engkau leka dengan dunia yang sangat mencabar ini. Janganlah engkau melihat Agama itu dari sudut yang mereka lihat. Yang mana mereka memudahkan sesetengah perkara yang diberatkan. Dan jangan pula engkau memandang ringan pada keinginan orang lain. Bukan aku memberatkan engkau supaya bersangka buruk. Tetapi aku tidak mahu engkau meringankan dalam perkara menjaga dirimu.
Aku adalah ayahmu dan aku sangat keras dalam perkara ini. Kalian adalah anak-anakku. Dan kalian mengetahui kemahuanku dan pendirianku. Aku tidak sehaluan dengan mereka yang berpandangan Agama ini sangat menyusahkan. Pandanganku jelas!! Yang Agama ini adalah Islam dan Islam itu sangat indah. Takwa dan tawakal itu berat bagi yang tidak meletakkan Allah itu di Maqam yang sepatutnya. Dan jangan engkau sekali-kali berserta dengan mereka yang tidak berserta denganku dalam perkara ini.
Aku melihat Agama itu suatu yang sangat penting. Dan aku hanya yakin kejayaan manusia ini hanya didalam Agama.
Ingatlah anak-anakku. Ilmu yang kalian tuntut bukanlah untuk soalan-soalan peperiksaan didunia ini. Tetapi ianya jawapan kepada soalan-soalan didalam kuburmu. Dan sesungguhnya aku ayahmu tidak menyediakan dunia bagimu. Kerana bagi orang-orang yang memiliki Agama didalam hidup mereka, dunia akan datang dengan sendirinya. Dan dalam hal ini mereka juga tidak sependapat denganku. Maka pilihlah kalian. Antara hidup yang kepenatan menghimpun dunia yang tidak pernah cukup ini atau ketenangan hidup yang sederhana didalam Agama Allah.
Janganlah engkau menjadi seperti orang-orang yang menjunjung dunia ini diatas kepala-kepala mereka. Sedang Agama itu mereka hanya gengam dengan sambil lewa. Dan apabila kepentingan dunia mereka terancam, mereka melepaskan Agama yang digenggam itu dan menyelamatkan dunia yang terjunjung diatas kepala. Wahai anakku, janganlah engkau menjadi seperti keldai-keldai ini.
Dalam mencari kesenangan dunia yang sementara ini, manusia sering terlupa dan tertinggalkan sesuatu yang penting di tengah-tengah perjalanan itu. Perasaan dan perhatian mereka yang menyayanginya sering terabai. Janganlah engkau mencari kesempurnaan dalam dunia ini, kerana ianya tidak mungkin sama sekali. Ucapkanlah terima kasih kepada yang memberi, maafkanlah pada yang bersalah. Dan ringankanlah pada yang susah. Sesungguhnya manusia yang paling baik diantara kamu itu ialah yang paling banyak memberi menafaat kepada orang lain. Aku, engkau, dia dan mereka, atau siapa saja. Mungkin pernah terluka, mungkin pernah kecewa. Namun janganlah berputus asa dengan kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu juga bukanlah datang dengan satu rupa. Kadang-kadang ianya berupa airmata, kadang-kadang ia berupa gelak tawa. Kadang-kadang ianya datang dengan sedikit kesakitan dan kepedihan. Maka bersabarlah. Dan semoga Allah menambah kebaikan kepada kita semua."
Selamat Menyambut harijadi yang ke 18 buat anak Papa. I love you, yes I do. Alot, more then you can imagine. Jaga diri. Sesungguhnya kejayaan manusia hanya dalam Agama Allah. :)

Posted on Saturday, May 07, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Thursday, April 14, 2011

Dalam menjalani kehidupan, hari  berganti dan terus pergi,  emosi silih berganti, yang muda menjadi tua, yang baru menjadi lama. Tidak ada manusia yang tersangkut pada satu keadaan dan tidak berganjak darinya.... pasti ia pergi. Sama ada individu itu yang meninggalkan waktu tersebut(keadaan, situasi, sahabat handai, saudara, kerjaya atau apa saja). Atau mereka yang bakal meninggalkan dia.
Hidup ini sebuah pertemuan, pencarian dan sebuah perpisahan(kematian). Itu pasti.. dan kalau tanyakan sama saya, bisa bikin apa dengan keadaan itu.. maka jawabnya:
"Bibir yang pecah dan merekah kekeringan ini aku usahakan kuntum-kuntum senyuman. Hati yang geram dan tersiat sembilu ini juga aku usahakan taman didalamnya. Dan pelukan ini aku hangat dan panaskan dengan belas dan kesabaran. Namun ianya sangat terbatas. Sedang batas-batasnya semakin hari semakin tenggelam oleh tengkujuh yang sedang mengila. Jika aku sendiri tidak terelak dari keparahan ini. Apa , masih ada lagikah yang lebih perkasa? atau mereka juga telah lama mati dalam pertempuran itu?
Wahai Tuhan, aku bertanya kepadaMu. Adakah aku akan mati dalam keadaan ini? Aku tidak tahu mana satukah yang lebih baik darinya. Mendapat jawapan kepada pertanyaanku? Sedangkan aku sedar yang aku tidak akan terdaya menanggung kebenarannya. Atau, biarkan saja ianya menjadi pertanyaanku sehingga sampai waktu yang ditentukan itu? Atau..adakah aku akan mati dalam keadaan ini?"
Dan adakan aku dan kita semua hanya menanti kedatangan jemputan kembali kesisi Tuhan itu dengan mendiamkan diri sahaja? Jika hanyut kehidupan ini, maka biarlah ianya terus hanyut? Sedangkan binatang-binatang melata itu sekalipun ada ikhtiar dan usaha kearah sesuatu(hanya saja mereka itu hanya tahu makan, pokoknya usaha). Redha dengan kehidupan sia-sia itu adalah redha yang sesat dan merugikan. Sedangkan kehidupan ini harus berlandaskan sesuatu.
Dan kehidupan ini perlu dibina atas sebuah landasan yang lebih bermakna dari sebuah kebetulan. Hidup perlu berlandaskan sebuah kasih sayang dan cinta. Perlu ada rasa sanggup melakukan sesuatu untuk seseorang, dan perlu ada rasa sanggup berkorban apa saja demi rasa cinta tersebut.
Dan dakwah kepada Allah itu adalah bukti sesungguhnya kamu mempunyai sifat kasih sayang dan perlakuan kepada rasa cintamu yang murni dan suci. Dan untuk tujuan ini tidak memerlukan status yang tertentu, waktu yang tertentu, atau kos-kos berbentuk ringgit dan dolar yang tertentu.
Hanya sedikit rasa keinsafan dalam diri kita untuk  berubah kearah kehidupan yang lebih baik dan bermutu(mengikut spesifikasi Islam).

Posted on Thursday, April 14, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Saturday, April 9, 2011

Assalamualaikum Mak
Mak. Selamat harijadi buat Mak. Mak, ampunkan Anak Mak diatas segala kesalahan Anak pada Mak. Tidak pernah ada kekurangan Mak sebagai Ibu kepada kami.Malah permintaan Mak sebagai seorang Ibu kepada kami juga sangatlah sedikit.Namun lewat juga kami menyempurnakannya. Malah ada yang sedikit itu juga masih jauh dari hampir memenuhinya.

Mak,
Ampunkan anak Mak. Anak pernah berdosa dengan Mak. Pernah dulu Anak bertanya pada Mak, “antara anak-anak Mak semua, yang manakah yang paling Mak sayang?”

Mak, ampunkan Anak sebab buat Mak rasa seba salah. Dan tidak mampu untuk jawab soalan Anak. Bila Anak sudah punya anak-anak sendiri, dan mereka tanya pada Anak. “Siapakah diantara mereka yang Anak paling sayang.” Anak tak dapat jawab pertanyaan mereka. Malah lebih jauh daripada itu, hati Anak merasa sakit bila membayangkan Anak mengasihi seorang diantara mereka lebih dari yang lain.

Dan sekarang anak mengerti apa yang dikatakan. “Kasih sayang Ibu Bapa kepada anak-anak mereka adalah sama”Seperti anak telah memahami perbezaan antara. “Adil dan saksama = Adil dan samarata”.

Mak,
Ampunkan anak Mak. Kerana selama ini, Anak selalu mendesak Mak supaya menyukai apa yang Anak suka, menyayangi apa yang Anak sayang. Mencintai sesiapa yang Anak cintai. Sedangkan Anak tidak pernah berusaha bersungguh-sungguh untuk menyukai apa yang Mak suka, menyayangi apa yang Mak sayang dan mencintai sesiapa yang Mak cintai.

Walaupun Anak selalu berlaku tidak adil pada Mak, Mak tetap juga memberi lebih dari apa yang Mak dapat dari Anak.

“Yaa Allah, jadikan aku terdaya. Agar aku bisa khidmat kepada Ibu Bapaku. Yaa Allah jadikan aku lapang. Agar aku tidak membelakangkan permintaan Ibu Bapaku disaat aku terburu keperluanku.
Yaa Allah, masukkan aku ke SyurgaMU, agar aku berhak merayu supaya Ibu dan Bapaku ditempatkan bersama-samaku.
Yaa Allah, Jadikanlah aku diantara orang-orang yang layak memberi syafa’at. Agar aku dapat mensyafa’ati Ibu Bapaku.
Demi Engkau yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihani. Kasihanilah Ibu Bapaku, seperti mereka mengasihani aku. Amin”

Mak.
Mak adalah Ibu terbaik.

Dari Anak, “SELAMAT HARIJADI BUAT BONDA TERCINTA

Posted on Saturday, April 09, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Friday, April 1, 2011

Engkau lebih dari sekadar seorang adik
dan kita lebih dari sekadar saudara kandung
“Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Pengampun. Sesungguhnya segala puji-pujian itu haq Allah. Segala kebesaran dan Kemuliaan baik yang dibumi atau dilangit hanyalah  kepunyaan Allah.

Selawat serta salam buat Nabi Junjungan , Muhammad saw. Keluarga serta sahabat-sahabat  Baginda. Sesungguhnya Engkau WAHAI Tuhan yang Esa, tidak memungkiri  JanjiMU. Tempatkanlah Baginda  saw. ditempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan.

Yaa Rahman , yaa Rohim. Hari ini adalah hari ulangtahun kelahiran adindaku. Aku mohon kepada Engkau, cukupkanlah keatas adikku ini. Berupa usia yang berkat, ilmu yang haq, isteri yang taat, anak-anak yang soleh dan solehah, harta yang bersih. Dan sesungguhnya Engkau Maha Kaya lagi Maha Pemurah.

Wahai Allah, adikku adalah anak yang santun terhadap Ibu  Bapanya, maka aku mohon kepadaMU, Engkau kurniakanlah ia dengan kurnia yang banyak, berupa keteduhan ditempat yang tidak ada peneduh(mahsyar), berupa kelapangan  ditempat yang tidak ada kelapangan(kubur).

Dan sesungguhnya ia juga adalah saudara yang mempermudahkan saudaranya. Demi Ketinggian ZatMU yaa Allah. Engkau permudahkanlah segala keperluannya didunia. Dan Engkau permudahkanlah soal kubur dan hisab baginya.

Wahai Zat yang Maha Agong. Sesungguhnya adindaku adalah seorang musuh yang pemaaf kepada musuhnya. Maka aku mohon kepadaMU, Engkau murahkanlah kemaafan dan keampunanMU terhadap kesalahan-kesalahannya. 

Wahai Allah, segala rupa kesyukuran aku panjatkan kepadaMU, demi kurnia ini. Dengan melahirkan dia sebagai saudara kandungku. Maka demi Engkau yang Maha Pengasih. Saudarakanlah kami dimahsyar kelak seperti Engkau saudarakan kami didunia ini. 

Dan jika Engkau panjangkan umur kami, maka jadikanlah lengan-lengan kami akan tiang-tiang AgamaMU. Demi Engkau wahai Allah. Pilihlah aku untuk syahid kejalanMU. Dan jika ada bahagianKU disisiMU, aku mohon yaa ALLAH, SERTAKANLAH SAUDARA-SAUDARAKU BERSAMAKU. Amin” 

Dee, selamat harijadi dari Long. Saja Long nak jadi orang terakhir yang bagi wish untuk Dee tahun ni.

Posted on Friday, April 01, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Tuesday, March 15, 2011

Engkau lebih dari sekadar  seorang adik 
dan kita lebih dari sekadar saudara kandung

Hari ini adalah 15 March 2011.
Hari ni adalah hari jadi Ngoh.
Hari ni Long hampir luper lagi. 
Dan sebelum ucapkan selamat harijadi, ada beribu-ribu perkataan yang aku nak ucapkan pada adik Long sorang ni.
Tapi Long tak mampu nak cakap. Sebab Long Waja Timur, maklumlah, panglima perang mana cakap bender-bender sentimental ni. Huhuhu.
Apa abang orang lain sama macam Long ker?
Long nak tunjukkan pada Ngoh apa yang baik dan apa yang buruk dalam hidup ini.  Tapi sayangnya Long sendiri masih tak tahu banyak mengenainya.
Long nak bagitahu Ngoh “Jangan melakukan kesilapan yang sama berulang-ulang kali, sebab nanti kita tidak jumpa jalan untuk berpatah balik”
Tapi Long sendiri melakukan kesilapan yang sama juga berulang-ulang kali.
Kalau Long cakap juga, Ngoh nak dengar ker?
Ngoh, Long nak bagi tahu Ngoh, yang hidup ini indah dan menarik.
Tapi Long  tak nak tipu Ngoh, yang hakikat hidup ini sebenarnya sangat kejam dan kasar.
Long nak bagi tahu Ngoh juga, yang kejayaan bermula apabila seseorang itu belajar menghargai peluang. Tapi Long pula sering mengsia-siakannya.
Dan kalau Long cakap semua ni pada Ngoh, Ngoh nak percaya ker?
Long nak bagi tahu Ngoh mengenai rama-rama yang cantik.Dan hidup ini seperti rama-rama.Jika kita genggam ia dengan terlalu kuat akan carik kepaknya, akan mati dia.Tapi kalau kita lepaskan dia terbang. Dia akan hilang arah ditiup badai yang kencang.Dan hidup ini sememangnya seperti rama-rama.Indah dan menarik tetapi singkat.
Hidup ini umpama air yg mengalir, tdk mungkin ia bisa mudik semula kehulu. Dan apabila ia terlalu deras, ia hanya mendatangkan malapetaka, dan menghanyutkan segala yg dilaluannya, namun jika ianya terlalu perlahan, maka dasar dan tebing2nya akan berlumut dan berlumpur pula. Maka berpada2lah dalam setiap langkah itu.
Long juga hendak bagitahu semua tu pada Ngoh, tapi Long takut Ngoh tak moo dengar.Long takut Ngoh bosan.Long takut Ngoh kata aku suka membebel.Sebab Long pernah sambut harijadi yang ke35, pada suatu masa dulu.Cuma waktu itu Long tak punya abang untuk bagi tahu Long semua ini.
Ngoh, banyak yang Ngoh  tahu tentang  Long.Dan bukan sedikit juga yang Long tahu tentang Ngoh.Tapi dalam semua perkara yang Long tahu. Cuma satu perkara yang Long pasti, Ngoh sayang Long.Dan Ngoh tentu maafkan Long kerana hampir lupa lagi hari jadi Ngoh.
Dan Long juga nak Ngoh tahu, yang Long sangat sayang adik-adik Long.Cuma Long tak pandai nak tunjuk.
Ngoh, selamat harijadi yang ke 35. Jangan takut dengan usia yang bertambah, kerana manusia menjadi tambah berkualiti bila ia melalui pengalaman hidup yg banyak. Sebenarnya Long sungguh-sungguh nak cakap tu... Tapi Long sendiri tk dapat lari dari ketakutan tersebut.
Dan aku bahagia ada adik macam kamu.

Posted on Tuesday, March 15, 2011 by wirajiwa Faintallah

No comments

Malaysian Business Locations Directory