Malaysian Business Locations Directory

ONEXOX Peneraju Prabayar Kadar Jimat

Monday, January 20, 2014

MENINGGAL DI SISI  KA'BAH

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Aku menuju ke meja makan di kantin universitas setelah aku membayar bon untukku dan sahabat-sahabat ku. Ada seorang sahabat yang telah duduk di dekatku, maka akupun mendekatinya. Kemudian kamipun mengobrol dan bercanda ria.

Salah seorang teman mendahuluiku berkata: "Kamu melihat si Turki?" Kujawab: "Ya, akan tetapi dia sekarang sudah banyak berubah." Dia bertanya lagi: "Kamu sudah menanyakan sebabnya?" Aku menjawab: "Tidak, demi Allah, aku khawatir sebabnya adalah sebuah luka yang justru dia ingin melupakannya. Di zaman sekarang ini banyak yang terjadi seperti itu." Sahabatku itu terdiam, dan kamipun menyelesaikan sarapan. Saat itu waktu sudah mendekati jam kuliah, maka kamipun beranjak menuju ruang kuliah.

Selang beberapa hari, aku melihat perubahan yang sangat mencolok pada teman Turkiku itu. Akan tetapi aku tidak berani lancang bertanya kepadanya tentang sebab perubahan tersebut. Namun pikiran dan jiwaku terus menerus disibukkan oleh keinginan untuk mengetahui sebab perubahannya.

Lama setelah itu, aku berkumpul bersama si Turki dan seorang sahabat dalam sebuah majelis, kami berbicara sekitar materi perkuliahan dan tentang ujian. Tiba-tiba, sahabatku mendahuluiku bertanya dengan pertanyaan yang sangat membuatku tidak enak, dia bertanya: "Tidakkah engkau tahu sebab perubahan si Turki?" Aku menjawab: "Tidak, demi Allah, namun aku memohon kepada Allah Ta'ala, agar sebabnya adalah sebuah kebaikan."

Pada saat itulah si Turki mengangguk-angg ukkan kepalanya dan memutuskan untuk berbicara. Di antara yang dia katakan adalah:
Pada suatu hari aku pergi ke Makkah untuk umrah, aku masuk bersama dengan sahabat-sahabat ku setelah kaum muslimin menyelesaikan shalat 'Isya'. Kami melihat satu jama'ah shalat dekat dengan pelataran thawaf, maka kamipun shalat bersama mereka, kemudian berdiri untuk memulai umrah kami.

Di sana kami dapati manusia menuju ke satu arah tertentu dari tempat thawaf, dan mereka lebih banyak mendekat ke arah Ka'bah. Kepadatan semakin bertambah hingga kami yakin bahwa sesuatu telah terjadi sebagai penyebab kepadatan yang menarik perhatian setiap orang yang ada di area thawaf.

Aku dan para sahabatku mendekat, dan aku yang lebih dekat dengan kejadian tersebut daripada mereka. Akupun memecah barisan, dan setiap kali aku mendekat aku melihat perubahan warna (mimik) pada manusia, hingga aku sampai kepada sebab kepadatan manusia tersebut. Apakah yang terjadi?

Seorang laki-laki, yang dari pakaiannya bisa dikenali sebagai orang berkebangsaan Afghanistan atau Pakistan, sudah tua, lebat dan panjang jenggotnya lagi sangat putih yang tidak ditemukan warna hitam pada jenggotnya. Seorang laki-laki yang terlentang di atas tanah, sementara sebagian orang duduk di sisi kepalanya seraya mengatakan la ilaaha illallaah, dan mereka mengulang-ulang nya. Dari sini aku tahu bahwa laki-laki tersebut dalam keadaan sakaratul maut.

Ya Allah, sebuah kejadian yang menegangkan, dan aku tidak mampu untuk menjelaskanya. Seorang laki-laki, menit demi menit berlalu, namun semakin berat dia terlentang di atas tanah, seakan-akan dia adalah sepotong kayu, sementara yang berada di sisi kepalanya mengulang-ulang kalimat la ilaaha illallaah. Di saat itu, mulailah laki-laki tersebut berbicara, namun perkataannya tidak kufahami dan oleh orang yang bersamaku. Aku sangka dia tengah berbicara dengan bahasanya. Manusiapun mengulang-ulang laa ilaaha illallaah, laa ilaaha illallaah. Sementara dia terus mengulang ucapan yang tidak kami fahami.

Peristiwa tersebut semakin menegangkan, wajah-wajah manusia semakin bertambah perubahannya. Setiap orang yang melihat pemandangan menakutkan ini menjadi pucat. Bagaimana tidak, seorang laki-laki sedang melawan kematian di hadapanmu, sementara manusia mengulang-ulang kalimat laa ilaaha illallaah sedang dia mengulang kalimat dengan bahasanya yang tidak difahami?!

Kemudian terjadilah sebuah peristiwa yang tidak pernah kulihat sepanjang hidupku, orang yang ada di sisi kepalanyapun mundur dan berdiri bersama kami. Tahukah anda apa yang terjadi?!

Kedua betis laki-laki tersebut bertautan satu sama lain!! Seketika aku mengingat firman Allah Ta'ala:
"Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan)." (QS. Al-Qiyamah: 29)
Seakan-akan baru kali ini ayat tersebut melaluiku!!

Kemudian dia kembali berbicara, namun kali ini dia berbicara dengan suara yang sangat jelas, dengan bahasa yang difahami, dikenal oleh setiap orang yang berdiri saat itu. Dia mengucapkan sebuah kalimat yang diucapkan dan dipahami maknanya oleh setiap muslim di dunia.

Dia berkata dengan sangat jelas: laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah!!

Kemudian terhentilah nafasnya, lemahlah tubuhnya, lunglailah kedua betisnya yang sebelumnya saling bertautan satu sama lain. Setelah itu kami tidak mendengar nafas maupun desahan. Lelaki itupun terdiam, manusia mulai berbicara, namun dengan bahasa air mata, isakan, ratapan, yang ini menangis, yang itu mengucapkan hauqolah (la haula wala quwata illaa billaah), yang di sana beristirja' (innaa lillaah wa innaa ilaihi raaju'uun), seakan-akan lelaki jenazah tersebut adalah bapak bagi seluruh yang hadir, atau saudara mereka.
Betapa banyak orang berkata: "Betapa bahagianya dia, sungguh andai saja akulah yang berada di tempatnya."

Lelaki itupun dibawa, dan sebagian muhsinin mengurusi administrasinya . Keluarganya -yang ada di Makkah- berpendapat agar dia dishalati di Masjidil Haram. Maka kamipun berusaha mengetahui kapan dia dishalati, pada shalat fardhu yang mana. Keesokan harinya kami menshalatinya.

Itu adalah sebuah kejadian yang menghunjam erat di dalam lubuk hatiku. Sebuah kejadian yang tidak mungkin terlupakan oleh berlalunya siang dan malam. Sejak saat itulah, dengan taufiq Allah, keadaanku berubah, dan aku memohon kepada Allah Ta'ala ketetapan di atas al-haq bagiku dan bagimu hingga kita bertemu dengan Allah Ta'ala.
Selesailah kisah dari teman Turki tersebut. Aku memohon kepada Allah ketetapan bagiku, baginya dan bagi setiap ahli tauhid.

Namun, anda sekalian, wahai pembaca yang budiman, bagaimanakah keadaan akhir hayat anda nanti? Akhir penutupan usia anda jika anda menghadapi sakratul maut??! Apakah anda akan mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah, ataukah akan dikunci atas anda hingga anda tidak mengetahui sesuatupun tentang syahadat?!
Wahai pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa siapa yang tumbuh di atas sesuatu maka dia akan tua di atasnya, dan siapa yang tua di atasnya, maka dia akan mati di atasnya pula. Sakaratul maut itu seperti gantungan yang ada dalam dada. Maka barangsiapa jiwanya bergantung kepada Allah Ta'ala, mengikuti perintah-perint ah-Nya, meninggalkan larangan-larang an-Nya, maka dialah orang yang sukses dan mendapatkan laba. Namun barangsiapa jiwanya bergantung pada dunia, dia lebih mengutamakannya daripada akhirat, maka dialah orang yang merugi dan menyesal. Maka sungguh celaka dia pada hari penyesalan. Mari kita sadar dan bertaubat sebelum segalanya terlambat.

Wallahu’alam bishshawab,

Wabillahi Taufik Wal Hidayah,

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah.

Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat.

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik .

Artikel dipetik dari : http://www.facebook.com/kata2hikmah.new/posts/10151294037739355

Posted on Monday, January 20, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata:

'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.'

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telahmenyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atasperintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'

Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'

Lalu Allah berfirman yang bermaksud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa.Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

1- Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
2- Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
3- Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
4- Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
5- Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
6- Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

#wahai rakan rakan ku yg dikasihi sekalian, sebarlah ilmu ini, agar semua kwn kwn kita diluar sana kembali ke pangkal jalan, ikut islam sebenar benarnya, sesiapa yang mengajak kebaikkan, pahala seseorang yang diajak kebaikkan itu dapat padanya tanpa dikurangkan sedikitpun. inshaAllah...

Sumber artikel: 


Posted on Monday, January 20, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Sunday, January 19, 2014

Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yg lain.. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yg tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

2. Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya "Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?" Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya "Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

3. Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

4. Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yg kembang membesar dari biji benih.

5. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

6. Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

7. Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

8. Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Ta'ala. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

9. Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

10. Terdapat satu kolam ( ??? ) kepunyaan Nabi Muhammad s.a.w. bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

11. Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

1. Pemimpin yang adil.

2. Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

3. Lelaki yang terikat hatinya dgn masjid.

4. Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

5. Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".

6. Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

7. Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

12. Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Ta'ala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

13. Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad s.a.w. ke hadrat Allah Ta'ala. Lalu diperkenankan doa baginda.
14. Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.

15. 'Arasy ( ??? ) ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

16. Kursi ( ???? ) iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

17. Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

18. Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

19. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad s.a.w., dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

20. Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

21. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

22. Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

23. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

24. Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

25. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

26. Syafaat Nabi Muhammad s.a..w. di akhirat :

a. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

b. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

c. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah Ta'ala.

27. Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

28. Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

29. Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

30. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Posted on Sunday, January 19, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Saturday, January 18, 2014

Umur tidak semakin panjang, malah ia semakin pendek. Kita Nampak dengan jelas peralihan usia yang terjadi. Dulu kulit gebu mulus, tapi kini dah mula kering dan ada tanda kedutan. Dulu pinggang ramping jer, sekarang dah banyak lemak sana sini(itu tanda metabolisma dah turun bila usia bertambah). Dulu badan sihat, makan apa pun tak jadi masalah, sekarang badan selalu sakit-sakit, makan sejuk-sejuk sikit tak boleh nanti lenguh betis dan sebagainya.

Tapi semua tanda-tanda ni ditutupi oleh keinginan nafsu yang tidak pernah tua dan puas. Sungguh kita ini tertipu. Dan lena dalam penipuan ini. Wahai Allah, kasihanilah kami.

Dengan yang demikian, bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipatuhinya dan dia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahuiNya (bahawa dia tetap kufur ingkar) dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan dia berkeadaan demikian)? Oleh itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar) tidak ingat dan insaf?. [AL-QURAN SURAH Al-Jathiyah: Ayat 23]

Posted on Saturday, January 18, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Tarbiyyah Rohani,tarbiyyah yang sering dilupai.

KETIKA BERDIRI DIHADAPAN CERMIN, LIHAT LAH KEKURANGAN DIRI JANGAN DILIHAT KELEBIHANNYA

Dalam rancak kita berbicara soal-soal tarbiyyah. Sering kita fokuskan kepada pembentukan fikrah, wala', sifat-sifat jundi dan qiady yang dikehendaki oleh jamaah dan beberapa perkara yang berkaitan dengan adab-adab berjamaah. Sering kali kita lupa kepada tanggungjawab membentuk fikrah rohani. Saya tidak maksudkan tarbiyyah rohani disini ialah mendidik ahli jamaah tekun menunaikan ibadah, atau giat berqiamullail dan berma'thurat setiap hari. Namun apa yang saya maksudkan disini ialah "berfikir secara rohani". Berfikir secara rohani akan mengukuhkan lagi sifat-sifat kerohanian sehingga menyerlahkan hakikat sebenar sifat "mahmudah" yang diimpikan oleh semua hamba yang sejati. Apakah bentuk "berfikir secara rohani" yang diperlukan oleh anggota jamaah?.

1.) Memahami hakikat kerja dalam jamaah.

Kita perlu diasuh untuk memahami ruh sebenar segala kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini. Apabila kita mengatakan berjamaah adalah wajib ( menurut usul fiqh, bagi mencapai maksud dakwah yang sebenar) bermakna segala kerja yang kita lakukan dalam jamaah ini adalah "ibadah". Apabila kerja dan pengelibatan itu ibadah, maka hendaklah kita faham bahawa;
a). Ibadah hendaklah dengan niat yang ikhlas Lillahi Ta'ala.

Sebagaimana solah, puasa, haji dan ibadah-ibadah khususiyyah yang lain menetapkan adanya niat kerana Allah, maka begitulah juga apa jua kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini.Objektif utama kita ialah mencari keredhaan Allah. Ada sahabat bertanya kepada saya, kalau begitu mengapa dalam perjuangan ini kita harapkan kemenangan dan kuasa. Memang benar. Kita memang mengharapkan Kemenangan dan kuasa. Tujuannya ialah untuk menegakkan khilafah Allah di mukabumi ini, bagi mencari keredhaan Allah. Justeru itulah kita Iltizam dengan matlamat "negara Islam". Jika perjuangan ini bukan kearah matlamat menegakkan "daulah Islamiyyah" yang terlaksana di dalamnya syariat Allah, maka kerja-kerja kita kearah meraih kemenangan itu tidak lagi "ibadah". Apabila kerja-kerja dalam jamaah ini sudah tidak lagi berwajah ibadah maka sendi-sendi perjuangan ini akan lumpuh disegenap peringkat. Apabila kerja dalam jamaah ini bukan Ibadah, maka sudah tentu kita lakukannya untuk wang, atau pangkat atau bagi mencapai kepuasan nafsu. Sedangkan kita telah saksikan perjuangan yang bermatlamatkan wang akhirnya hancur kerana rasuah telah menjalar sehingga ketulang sulbi parti mereka. Jika dilakukan kerja jamaah kerana pangkat semata-mata maka telah kita saksikan perebutan jawatan yang sedang berlaku dalam sebuah parti di negara kita. Sehingga terhapusnya wajah dan sikap manusia bertamaddun saat pemilihan parti mereka. Perbalahan berlaku dimana-mana.

b). Ibadah hendaklah bersesuaian dengan sunnah Rasul.

Sesuatu amalan itu tidak dinamakan Ibadah jika berlawanan dengan sunnah Rasulullah saw. Justeru itu kita hendaklah sentiasa menjaga nilai-nilai sunnah dalam melaksanakan apa jua urusan dalam jamaah. Kita sememangnya dituntut berusaha untuk mendapatkan simpati, undi dan sokongan serta penyertaan ummat umum. Namun usaha-usaha kearah itu tidak boleh dibuat secara terpinggir dari suluhan siirah Rasulullah saw. Jangan sekali-kali bersikap "asalkan menang, lakukan lah apa cara sekalipun atau yang penting kita menang dulu, selepas itu baru kita fikir tentang melaksanakan syariat Islam". Cuba kita lihat kembali bagaimana Rasulullah membentuk generasi dua'at yang pertama dalam sejarah perjuangan Islam. Ada suara-suara yang berkata; "cara itu lambat menang". Lalu cuba tunjukkan kepada saya di Malaysia ini mana dia jamaah yang telah berjaya mencapai kemenangan mendahului Pas?.

c). Ibadah hendak dipelihara daripada perkara-perkara yang membatalkannya.

Setiap ibadah hendaklah terhindar daripada perkara-perkara yang membatalkannya. Solah tidak boleh diteruskan apabila wudhu' telah terbatal. Begitu juga dengan kerja-kerja jamaah ini. Jangan kita laksanakan kerja-kerja jamaah bersamaan dengan kita melakukan perkara-perkara yang haram. Mungkinkah kita mengharapkan pertolongan Allah dalam keadaan kita mendurhakai Allah?.

d). Ibadah menuntut sifat khyusuk dalam melakukannya.

Khyusuk umumnya bermakna sentiasa ingat pertemuan mereka dengan Allah dan yakin bahawa segala amalan mereka akan dibawa kembali kepada Allah. Khuyusuk,khususnya dalam solah bermakna berta'ammul ( memerhati dan menghayati) setiap bacaannya sepanjang solah. Bagitulah hakikatnya kerja kita dalam jamaah ini. Semua yang kita lakukan ( samaada peringkat atasan jamaah atau bawahan) pastinya akan dibawa kehadapan Allah swt di Akhirat. Kita seharusnya menghayati perjuangan ini dengan sebenar-benar penghayatan. Keujudan kita (pas) bukan sekadar untuk memenuhi ruang kosong dalam politik di Malaysia. Kita ada tugas yang besar, tugas yang kita warisi dari Rasulullah saw, iaitu membangunkan kalimah tauhid sehingga meratai setiap inci bumi Allah ini.

e). Ibadah hendaklah dilaksanakan terus menerus tanpa jemu.

Ibadah adalah lambang pengabdian diri kepada Allah. Justeru itu kita tidak boleh jemu beribadah. Jemukah kita menjadi hamba Allah?. Sebagaimana kita tidak boleh merasa jemu menjadi hamba kepada Allah, kerana hakikatnya kita mengharapkan Allah setiap saat, maka begitu jugalah kita tidak boleh jemu beribadah kepadanya. sumbangan kerja yang kita lakukan untuk jamaah ini adalah sebahagian daripada ibadah itu.

f). Ibadah tidak dihalangi oleh susah atau senang dan apa jua rintangan.

Ibadah yang tulus ikhlas kepada Allah akan terus dilaksanakan walau apapun keadaannya. Solah umpamanya. Tiada keadaan yang boleh menghalagi kewajipan solah kecuali gila dan mati. Hatta saat di medan peperangan pun solah masih perlu dilaksanakan. Itulah juga tanggungjawab kita dalam jamaah ini. Apakah saat mencapai kemenangan kita bersungguh-sungguh melakukan kerja-kerja jamaah, manakala saat ditimpa kekalahan kita berundur diri daripadanya?. Saat diberi jawatan kita aktif mengisi program jamaah, apabila tidak lagi memegang apa-apa jawatan kita terus berundur dari memberi sumbangan. Bukankah Allah mengajar kita, berilah infaq di jalan Allah samaada dalam keadaan senang ataupun susah.

JANGAN TERLALU KERAP MEMBICARAKAN DIRI MU KELAK AKAN HILANG ALLAH DARI PANDANGAN MU

2. Memahami hakikat perhambaan kepada Allah.

Walau dimana pun posisi kita dalam jamaah ini, kita secara umumnya adalah "hamba kepada Allah". Samaada kita yang berada dikerusi kepimpinan atau sekadar 'Amilin diperingkat bawahan. Semua kita wajib berfikir sebagai "hamba". Membentuk acuan berfikir sebagai hamba akan menjadikan kita;

a). Sentiasa berkhidmat kepada jamaah tanpa banyak soal.

Sifat seorang hamba ialah akan sentiasa patuh dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh "Tuannya". Hamba tidak pernah bertanya apakah habuan yang bakal diterima sebagai ganjaran atas khidmatnya kepada Tuannya. Hamba sudah cukup berpuas hati dan bersyukur jika dapat berkhidmat kepada Tuannya sekalipun tidak dijanjikan apa-apa ganjaran. Jika sifat sedardiri ini berjaya ditarbiyyah keatas seorang 'amilin dan petugas dalam jamaah, kita akan dapat saksikan pribadi tawadhuk yang cukup setia dengan arahan yang diberikan oleh jamaah. Kita tidak seharusnya berfikir apa akan Allah berikan atas jihad dan kerja-kerja jamaah yang telah kita lakukan. Kita lakukan tugasan ini kerana kita hamba kepada Allah. Takdir kata Allah tidak menjanjikan apa-apa janji kemenangan kepada perjuangan ini, kita masih tetap dituntut bekerja tanpa soal. Inikan pula bila Allah dalam banyak ayat-ayatNya menjanjikan kemenangan dan pertolongan atas perjuangan hambaNya. Kita sebenarnya tidak layak bertanya bilakah kemenangan dan kejayaan akan diberi jika sekalipun kita telah mengerahkan seluruh tenaga dalam perjuangan ini. Inikan pula masih terlalu sedikit sumbangan yang kita berikan, masih terlalu sedikit masa yang kita peruntukkan untuk jamaah dan masih jarang benar doa kita untuk kejayaan jamaah.

b). Sentiasa beradab dengan adab hamba.

Adab hamba ialah rendah diri, banyak bekerja dari bertanya, lebih banyak berfikir apakah khidmatnya kepada Tuannya berbanding apakah anugerah Tuannya kepadanya dan setiap saat ia menjaga adab-adab perhambaan. Fikrah ini jika dimiliki oleh para 'amilin dalam jamaah, mereka akan sentiasa dihiasi dengan sifat-siafat mahmuudah. Akhlak yang dihiasi dengan sifat tawadhuk yang akan menjadikan ia sentiasa dicintai oleh Allah dan kawan serta disegani oleh lawan. Perasaan perhambaan itu akan sentiasa menjadi penasihat kepadanya, jika ia hampir tergelincir dari landasan jamaah. Ia tidak akan lari dari jamaah walau apa pun sebabnya, sebagaimana ia tidak sanggup untuk menjadi hamba yang lari dari Tuannya.

c). Sentiasa merasai kehadiran Allah dalam hidupnya.

Orang yang diasuh dengan "berfikir secara rohani" akan sentiasa merasai kehadiran Allah dalam setiap sudut dan penjuru hidupnya. Allah sentiasa hadir samaada saat ia bersendiri atau dikhalayak umum. Mereka tidak akan menjadi ahli jamaah yang hipokrit. Apa pun situasi yang dihadapinya ia tetap menyantuni Allah. Allah tetap bersamanya. Justeru itu ia tidak merasa gelisah dengan berlikunya jalan perjuangan yang dilalui. Jiwanya sentiasa segar dengan pengharapan dan keyakinan bahawa Allah tiadak akan pernah membiarkan dan mengabaikannya. Hasil kerja jamaah yang datang dari 'amilin yang sentiasa yakin dengan pertolongan Allah tidak sama dengan hasil kerja 'amilin yang dilonjak dengan pujian dan sanjungan.

d). Menghargai apa jua yang datang dari Allah.

Seorang hamba merasa sangat gembira jika dihadiahkan sesuatu oleh tuannya. Bukan nilai hadiah itu yang dilihatnya tetapi dari siapa hadiah itu datang. Justeru itu anggota jamaah yang diasuh dengan kesedaran ini sangat menghargai apa jua kedudukannya dalam jamaah. Jika Allah menganugerahkannya posisi ahli biasa, maka ia sangat bersyukur kerana itulah pilihan Allah untuknya. Ia tidak pernah merasa kecewa dengan pilihan Allah. Jika Allah menganugerahkan posisi kepimpinan untuknya, maka ia bersyukur dan akan menjaga anugerah itu dengan penuh amanah. Ia yakin, apa pun pilihan Allah pastinya itulah pilihan yang paling baik untuk dunia dan akhiratnya. Kerana Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Jika Allah menganugerahkan kemenangan, maka itu adalah kemanisan yang harus disyukuri. Jika Allah mentakdirkan kekalahan, maka itu adalah ujian yang perlu diredhai.

Artikel ehsan Ustaz Mokhtar Senik : http://Ustazmokhtar.blogspot.com

Posted on Saturday, January 18, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Friday, January 17, 2014

Al-Quran mengizinkan suami memukul isterinya jika mereka tidak taat(sudah terjadi), atau dikuwatiri tidak taat(belum terjadi).

“Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan, oleh kerana Allah telah melebihkan orang-orang lelaki (dengan beberapa keistimewaan) atas orang-orang perempuan, dan juga kerana orang-orang lelaki telah membelanjakan (memberi nafkah) sebahagian dari harta mereka. Maka perempuan-perempuan yang soleh itu ialah yang taat (kepada Allah dan suaminya), dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemuliharaan Allah dan pertolonganNya. Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka (nusyuz) hendaklah kamu menasihati mereka, dan (jika mereka berdegil) pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau juga mereka masih degil) pukulah mereka (dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarnya). Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar." [QS. Surah An-Nisa’ : 34]

Ibn Kathir berkata : “ayat ini mengenai wanita yang kamu kuwatirkan akan tidak taat kepada suami mereka.Dan ketidaktaatannya bertambah, wanita yang tidak taat adalah wanita yang melawan suaminya, mengabaikan keperluannya, dan yang membencinya.”

Salah satu tanggungjawab suami adalah mendisiplinkan isterinya jika dia tidak taat. Taat disini adalah perintah yang diperintahkan syara’ dan hak-hak suami yang telah ditentukan syara’. Tidak dikira nusyuz seorang isteri yang tidak mentaati perintah suaminya yang bertentangan dengan syara’, dan haram pula bagi suaminya memukuli isteri jika isteri menolak untuk taat pada yang bertentangan dengan syara’.

Pukulan disini bukanlah pukulan yang kuat dan menyebabkan cedera, lebam, bengkak, luka dan sebagainya. Tidak dipukul di muka dan kemaluannya.

Ada sebahagian Ulama berpendapat, pukul dengan kain basahan, ada sebahagiannya memberi gambaran tahap pukulan itu, mengunakan kayu sugi (berus gigi).

Atha’ rahimahullahu berkata: "Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Apakah yang dimaksudkan dengan pukulan ghairu al-mubarrih?” Ibnu Abbas ra menjawab, “Memukul dengan siwak/kayu sugi dan yang seumpama dengannya.”

Anda sekelian boleh membayangkan setahap manakah pukulan dengan berus gigi? Demikianlah adanya. Dan bukanlah dipukul isteri yang tidak taat itu sampai lebam dan bengkak sana sini.

Walaupun yang demikian(Islam membolehkan memukuli Isteri yang tidak taat). Tetapi ang terbaiknya adalah bersabar dan memaafkan mereka. Serta bersikap hikmah dengan mereka.

Sesuai dengan Sabda Nabi SAW. Diriwayatkan dari Aisyah ra., beliau berkata: Rasulullah saw. Bersabda: " Sesungguhnya diantara kesempurnaan iman orang-orang Mukmin ialah mereka yang paling bagus akhlaknya dan bersikap lemah lembut terhadap keluarganya". (HR. Tirmidzi, shahih namun tidak diketahui apakah Abi kilabah mendengarnya dari Aisyah, sumber: Sunan Tirmidzi hal: 2612).

{Ada sebahagian Ulama berpendapat, pukul dengan kain basahan, ada sebahagiannya memberi gambaran tahap pukulan itu, mengunakan kayu sugi (berus gigi).}

http://www.youtube.com/watch?v=mtpowSvVf7w

Posted on Friday, January 17, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Al-Quran diturunkan oleh Allah s.w.t pada  17 Ramadan yang disebut Malam Qadar. Diturunkan Al-Quran  dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia sekali gus ( 30 juzuk ) dan secara beransur-ansur mengikut suasana dan keperluan  kepada Nabi s.a.w.

Firman Allah S.W.T:
"  Sesungguhnya Kami(Allah) telah menurunkan Al-Quran pada Malam Qadar".

Malam Qadar dikurniakan Allah pada setiap datangnya Bulan Ramadan. Kelebihan dan kemuliaannya  adalah lebih baik dari 1,000 bulan. Ini dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran:

"Malam Qadar itu adalah lebih baik dari seribu bulan"

Bila berlakunya dan berapa lama Malam Qadar itu tidaklah dinyatakan secara tepat oleh nabi s.a.w. Setengah pendapat menyebut pada malam-malam ganjil dan setengahnya  menyebut pada 10 malam terakhir dalam bulan Ramadan.


Turunnya Al-Quran  bukan sekadar untuk dibaca semata-mata walaupun membacanya merupakan ibadah yang diberi ganjaran oleh Allah s.w.t. sebagaimana dinyatakan oleh nabi :

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu diganjarkan dengan sepuluh. Aku tidak mengatakan bahawa Alif Lam Mim itu satu huruf tetapi Alif itu satu huruf, lam itu satu huruh dan mim itu satu huruf"

Tetapi turunnya Al-Quran adalah sebagai petunjuk dan  panduan untuk diikuti dan diamalkan oleh manusia agar sejahtera dunia adan akhirat.
Allah nyatakan dalam Al-Quran:

" Bulan Ramadan yang diturunkan padanya al-Quran dimana al-Quran itu menjadi pertunjuk kepada manusia dan yang menerangkan tentang pertunjuk dan pembeza antara hak dan batil"

Manusia yang hanya membaca semata-mata dan tidak mengamalkan peraturannya dalam kehidupannya samalah seperti seorang yang sakit dan mengambil ubat untuk dimakannya tetapi hanya dibaca setiap hari :" Makan tiga kali sehari" tetapi tidak dimakannya maka bagaimana penyakitnya akan sembuh.

Sama juga halnya apabila membaca al-Quran tetapi tidak mengambilnya sebagai peduman maka Al-quran itu sendiri yang akan melaknatnya. Ini dijelaskan dalam hadis nabi s.a.w :

" Berapa banyak orang yang membaca Al-Quran sedangakan Al-quran itu melaknatnya".

Mereka membaca ayat-ayat yang mengharamkan atau menhalalkan sesuatu. Tetapi sebaliknya dalam kehidupannya mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau sebaliknya.

Sebagai seorang muslim kita menjadikan Al-quran,  As-sunnah, Qias dan Ijmak sebagai pedoman. Apapun perkara yang hendak dilakukan atau diputuskan, kita hendaklah merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah insyaallah kita tidak akan sesat di dunia dan diakhirat.
Firman Allah s.w.t:

"Jika kamu berselisih tentang apa juga perkara maka kembalikan perselisihan itu kepada Allah (Al-Quran ) dan rasulnya (hadis)"

Nabi berpesan:
" Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang kepada keduanya iaitu Kitab allah (Al-Quran) dan Sunnah rasulnya"



Artikel dipetik dari : http://www.jais.gov.my/index.php?option=com_content&task=view&id=813&Itemid=1
Oleh  : Bahagian Dakwah, JAIS

Posted on Friday, January 17, 2014 by wirajiwa Faintallah

No comments

Malaysian Business Locations Directory